Mandi faktanya tak seringkali berhubungan dengan kebersihan. Dan sebagian orang memutuskan mandi menjadi bentuk estetika.

“Orang mengira mereka mandi untuk kebersihan ataupun menjadi lebih bersih, namun secara bakteriologis, bukan itu masalahnya,” jelas spesialis penyakit menular serta dekan asosiasi untuk penelitian di Universitas Columbia University School of Nursing bernama Dr. Elaine Larson, dilansir dari Time, Hari senin (15/5).

Penelitian Larson sudah menunjukkan sabun antibakteri serta product pembersih yang banyak di gunakan orang di rumah mereka tak lebih baik dari pada sabun biasa yang biasa di gunakan untuk menurunkan resiko penyakit menular. Serta saat mesti mandi, seluruh yang menggosok serta mengelupas kulit ternyata tak berarti banyak.

Daripada mandi, Larson menyebutkan kalau mencuci tangan secara teratur malah lebih bisa menghindari penyakit. Bahkan terlalu banyak mandi bisa meningkatkan resiko dengan beberapa masalah kesehatan.

Kulit kering serta retak membuka celah untuk kuman penyebab infeksi untuk lolos kedalam badan. Berarti sering mandi, lebih-lebih untuk usia senja akan malah membuat kulit semkin kering serta kurang terhidrasi.

“Saya pikir kebanyakan orang telah terlalu banyak mandi,” jelas asisten profesor dermatologi di George Washington University, bernama Dr. C. Brandon Mitchell.

Mitchell berkata mandi dapat melucuti kulit dari minyak alami, serta mungkin pun juga mengganggu kulit dari bakteri pendukung sistem kekebalan badan. Itu lebih-lebih berlaku untuk pembersih antibakteri.

2 peneliti itu sepakat mandi secara teratur tiap hari tak di perlukan. Seseorang cuma perlu teratur mencuci tangan serta mencuci pakaian yang dikenakan.

Mandi tidak Perlu Setiap Hari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *